Menjaga Kesehatan di Tengah Tugas Kerja yang Menumpuk

Menjaga Kesehatan di Tengah Tugas Kerja yang Menumpuk

   Menjaga Kesehatan di tengah Pekerjaan yang menumpuk seringkali menjadi alasan mengapa seseorang tidak bisa Menjaga Kesehatan nya. Tak jarang orang jatuh sakit akibat kelelahan dalam bekerja. Padahal kondisi tersebut justru akan mengganggu kelancaran dari pekerjaan itu sendiri. Oleh karena itulah meskipun berada pada kesibukan bekerja jangan sampai lupa pada kesehatan. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan di tengah banyaknya tugas pekerjaan yang menumpuk sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan tepat dan kondisi badan tidak mudah jatuh sakit.

1.Menjaga Asupan Gizi

   Penting kiranya untuk memastikan apa yang dimakan sesuai dengan kebutuhan tubuh sehari-hari. Sudah banyak orang yang terkena penyakit karena kesibukan kerjanya hingga tidak sempat untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuhnya. Di tengah kesibukan bekerja seringkali orang akan memilih makanan yang tidak sehat demi kepraktisan dan bahkan beberapa diantaranya memilih makanan yang instan. Padahal nilai gizi yang harus dipenuhi tubuh begitu kompleks mulai dari karbohidrat, mineral, vitamin, kalsium, protein, dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan pada makanan siap saji umumnya hanya berisi lemak jenuh yang sulit dicerna oleh tubuh. Jadi meskipun jadwal padat pastikan untuk membawa bekal sesuai dengan kebutuhan tubuh misalnya dengan mengonsumsi buah dan sayuran.

Mau tau cara mengatur polaa makan saat fitness baca di sini

2.Memperbanyak Minum Air Putih Menjaga Kesehatan di Tengah Tugas Kerja

   Air putih merupakan elemen yang sangat penting bagi tubuh mengingat sebagian besar materi dalam tubuh adalah air. Kurangnya asupan air putih akan memperberat kinerja darah dalam mengedarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Air putih juga membantu tubuh untuk meregenerasi darah dengan cepat sehingga fungsi organ dalam tubuh bisa berjalan dengan optimal. Belum lagi manfaatnya pada sistem pencernaan yang mampu melunturkan racun yang menempel pada dinding-dinding organ bagian pencernaan. Pastikan untuk mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas per hari dengan waktu bangun tidur dan sebelum tidur  adalah yang paling utama. Konsumsi banyak air putih juga efektif mengembalikan tenaga dan menjernihkan pikiran pula.

3.Istirahat yang Cukup

   Disiplin waktu menjadi konsekuensi yang harus dikerjakan di tengah pekerjaan yang begitu padat. Apalagi dalam pekerjaan tidak hanya tenaga yang bekerja akan tetapi pikiran juga terus dimainkan. Oleh karena itulah jika ada waktu rehat yang bisa digunakan maka manfaatkan dengan baik. Pastikan untuk mengistirahatkan tubuh sesuai dengan porsinya dengan tidur malam kurang lebih 8 jam setiap harinya. Istirahat yang cukup akan membuat tenaga kembali dan pikiran lebih segar. Jika kesulitan untuk tidur malam maka jangan langsung menggantungkannya dengan obat penenang tanpa anjuran dari dokter karena akan berefek samping dalam jangka waktu kemudian. Salah satu cara memaksimalkan waktu istirahat adalah dengan memberikan asupan protein pada tubuh kemudian pastikan tubuh dalam keadaan rileks, bila perlu gunakan musik untuk mengiringi waktu istirahatnya.

4.Vitamin dan Suplemen Kesehatan

   Jika memang sudah tidak mampu lagi untuk menyempatkan berolahraga dan memilih asupan yang baik maka ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter kesehatan mengenai vitamin dan suplemen yang dianjurkan. Saran dari dokter wajib untuk dipertimbangakan agar tidak ada efek samping dik emudian hari akibat dari konsumsi vitamin dan suplemen yang berlebihan. Pentingnya konsultasi dokter adalah bisa mengetahui kadar atau porsi vitamin atau suplemen yang dapat membantu untuk menggantikan kebutuhan dalam tubuh. Jika tidak ada pertimbangan dari dokter dikhawatirkan akan menimbulkan efek samping jangka panjang. Sudah banyak orang yang terkena masalah pada sistem pencernaan terutama ginjal akibat dari suplemen yang tidak dikonsumsi sesuai kebutuhan dan porsinya.

Semoga bermanfaat tips ini untuk teman semua jangan lupa untuk lebih jelasnya iyalah berkonsultasi kepada dokter yang lebih ahli, terima kasih jangan lupa komen atau like and share.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *